Selasa, 07 Oktober 2014

Urbanisasi dan Pengaruhnya terhadap Kota Jakarta



URBANISASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KOTA JAKARTA

Pengenalan Urbanisasi
      Urbanisasi berawal dari terjadinya revolusi industri di Inggris. Revolusi industri mengakibatkan banyaknya lapangan pekerjaan di kota sehingga banyak orang-orang dari pedesaan yang datang ke kota untuk bekerja sebagai buruh. Perpindahan tersebut dikarenakan lapangan pekerjaan di kota memberikan gaji yang lebih baik daripada di desa.
           
Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi memiliki beberapa definisi. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Menurut Robert Potter, Urbanisasi adalah proses perbahan ukuran, kepadatan, dan komposisi dari populasi, struktur ekonomi dan prilaku manusia.
2.     Menurut John Friedman, Urbanisasi adalah proses modernisasi.
3.   Menurut Alain Garnier, Urbanisasi ditandai gerakan migrasi penduduk dari pedesaan ke kota besar.

DKI Jakarta
               DKI Jakarta merupakan ibu kota Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar dan terbanyak penduduknya di Indonesia. Jakarta berkembang sebagai pusat bisnis, politik dan kebudayaan. Jakarta juga memiliki banyak bangunan berupa gedung-gedung baik untuk perusahaan ataupun lembaga nasional/internasional.
        Banyaknya perusahaan di Jakarta menimbulkan banyaknya lapangan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan banyaknya penduduk dari desa ataupun kota-kota lainnya yang pindah ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Pengaruh Urbanisasi terhadap Kota Jakarta
            Banyak orang Indonesia berpikir bahwa kota Jakarta merupakan tempat bagi mereka yang ingin merubah nasib menjadi lebih baik. Banyaknya lapangan pekerjaan menjadi incaran bagi mereka yang berasal dari daerah di luar Jakarta itu sendiri. Hal mengakibatkan banyaknya orang-orang dari luar Jakarta berdatangan ke Jakarta untuk bekerja sehingga angka urbanisasi ke Jakarta menjadi sangat tinggi. Berdasarkan data dari BAPPEDA Provinsi DKI Jakarta, statistik jumlah penduduk DKI Jakarta tahun 2007-2012 dapat digambarkan dalam tabel berikut:

Gambar 1. Statistik Jumlah Penduduk DKI Jakarta Tahun 2007-2012



            Dari data di atas dapat diketahui bahwa penduduk Jakarta terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini mengakibatkan ketersediaan lahan yang semakin berkurang juga. Akibat dari kurangnya ketersediaan lahan ini adalah penggunaan lahan yang tidak seharusnya (menyimpang). Selain itu, lahan yang semakin terbatas akan menaikkan harga tanah itu sendiri. Mereka yang berstatus ekonomi di bawah dan tidak mampu membeli tanah akan tinggal di pemukiman-pemukiman sehingga menimbulkan pemukiman-pemukiman kumuh itu sendiri.
            Meningkatnya penduduk di suatu kota jugalah tidak baik bagi keadaan lingkungan kota tersebut. Dengan bertambahnya penduduk di Jakarta, limbah rumah tangga juga akan semakin meningkat. Hal ini meningkatkan kadar polusi di Jakarta khususnya polusi air dan meningkatkan jumlah sampah plastik. Selain itu, intensitas penggunaan kendaraan bermotor juga meningkat seiring dengan pertambahan penduduk di Jakarta. Hal ini tidak baik karena meningkatkan polusi udara.
            Urbanisasi juga dapat menimbulkan kesenjangan sosial. Hal ini terlihat dari tempat dimana penduduk tinggal. Untuk Jakarta sendiri, mereka yang tinggal di daerah Jakarta Pusat cenderung berstatus ekonomi menengah ke atas. Sedangkan mereka yang tinggal di daerah Jakarta Utara (dekat dengan laut) cenderung berstatus ekomi menengah ke bawah.

DAFTAR PUSTAKA

Bappeda Provinsi DKI Jakarta. 2013. Statistik Jumlah Penduduk. http://bappedajakarta.go.id
/?page_id=1131. 7 Oktober 2014
Soetomo, Soegiono. 2013. Urbanisasi dan Perkembangan Kota. http://www.slideshare.net/
Rezkiandini/urbanisasi-sugiono.  7 oktober 2014   




Tidak ada komentar:

Posting Komentar