Pengenalan
Urbanisasi
Urbanisasi berawal dari terjadinya
revolusi industri di Inggris. Revolusi industri mengakibatkan banyaknya
lapangan pekerjaan di kota sehingga banyak orang-orang dari pedesaan yang datang
ke kota untuk bekerja sebagai buruh. Perpindahan tersebut dikarenakan lapangan
pekerjaan di kota memberikan gaji yang lebih baik daripada di desa.
Pengertian
Urbanisasi
Urbanisasi
memiliki beberapa definisi. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Menurut Robert Potter, Urbanisasi adalah
proses perbahan ukuran, kepadatan, dan komposisi dari populasi, struktur
ekonomi dan prilaku manusia.
2.
Menurut John Friedman, Urbanisasi adalah
proses modernisasi.
3. Menurut Alain Garnier, Urbanisasi
ditandai gerakan migrasi penduduk dari pedesaan ke kota besar.
DKI Jakarta
DKI Jakarta merupakan ibu kota
Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar dan terbanyak penduduknya di
Indonesia. Jakarta berkembang sebagai pusat bisnis, politik dan kebudayaan. Jakarta
juga memiliki banyak bangunan berupa gedung-gedung baik untuk perusahaan
ataupun lembaga nasional/internasional.
Banyaknya perusahaan di Jakarta
menimbulkan banyaknya lapangan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan banyaknya
penduduk dari desa ataupun kota-kota lainnya yang pindah ke Jakarta untuk
mencari pekerjaan.
Pengaruh
Urbanisasi terhadap Kota Jakarta
Banyak orang
Indonesia berpikir bahwa kota Jakarta merupakan tempat bagi mereka yang ingin
merubah nasib menjadi lebih baik. Banyaknya lapangan pekerjaan menjadi incaran
bagi mereka yang berasal dari daerah di luar Jakarta itu sendiri. Hal
mengakibatkan banyaknya orang-orang dari luar Jakarta berdatangan ke Jakarta
untuk bekerja sehingga angka urbanisasi ke Jakarta menjadi sangat tinggi.
Berdasarkan data dari BAPPEDA Provinsi DKI Jakarta, statistik jumlah penduduk
DKI Jakarta tahun 2007-2012 dapat digambarkan dalam tabel berikut:
Gambar 1.
Statistik Jumlah Penduduk DKI Jakarta Tahun 2007-2012
Sumber: http://bappedajakarta.go.id
Dari data di atas dapat diketahui
bahwa penduduk Jakarta terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini mengakibatkan
ketersediaan lahan yang semakin berkurang juga. Akibat dari kurangnya
ketersediaan lahan ini adalah penggunaan lahan yang tidak seharusnya
(menyimpang). Selain itu, lahan yang semakin terbatas akan menaikkan harga
tanah itu sendiri. Mereka yang berstatus ekonomi di bawah dan tidak mampu
membeli tanah akan tinggal di pemukiman-pemukiman sehingga menimbulkan pemukiman-pemukiman
kumuh itu sendiri.
Meningkatnya penduduk di suatu kota
jugalah tidak baik bagi keadaan lingkungan kota tersebut. Dengan bertambahnya
penduduk di Jakarta, limbah rumah tangga juga akan semakin meningkat. Hal ini
meningkatkan kadar polusi di Jakarta khususnya polusi air dan meningkatkan
jumlah sampah plastik. Selain itu, intensitas penggunaan kendaraan bermotor
juga meningkat seiring dengan pertambahan penduduk di Jakarta. Hal ini tidak
baik karena meningkatkan polusi udara.
Urbanisasi juga dapat menimbulkan
kesenjangan sosial. Hal ini terlihat dari tempat dimana penduduk tinggal. Untuk
Jakarta sendiri, mereka yang tinggal di daerah Jakarta Pusat cenderung
berstatus ekonomi menengah ke atas. Sedangkan mereka yang tinggal di daerah
Jakarta Utara (dekat dengan laut) cenderung berstatus ekomi menengah ke bawah.
DAFTAR PUSTAKA
Bappeda
Provinsi DKI Jakarta. 2013. Statistik Jumlah Penduduk. http://bappedajakarta.go.id
/?page_id=1131.
7 Oktober 2014
Soetomo,
Soegiono. 2013. Urbanisasi dan Perkembangan Kota. http://www.slideshare.net/
Rezkiandini/urbanisasi-sugiono. 7 oktober 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar